<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Lama Lambertus</title>
	<atom:link href="http://lambertoes01.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lambertoes01.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 16:30:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lambertoes01.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Lama Lambertus</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lambertoes01.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Lama Lambertus" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lambertoes01.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tentang Rumah Lambertus (per Juli 2011)</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/07/10/tentang-rumah-lambertus-per-juli-2011/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/07/10/tentang-rumah-lambertus-per-juli-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 02:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2734</guid>
		<description><![CDATA[BACK TO PAGAR Setelah mengalami sekian kali perubahan, akhirnya blog pribadi ini mengalami metamorfosis menjadi seperti saat ini. Rumah Lambertus, sebuah blog pribadi yang berkonsep tempat tinggal. Dengan membawa kehidupan nyata yang syarat akan batasan ruang, Rumah Lambertus memberikan kesan halaman yang bersekat-sekat sebagai bentuk rumah yang sebenarnya. Rumah yang sebenarnya? Bukannya tanpa alasan blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2734&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BACK TO <a href="http://lambertoes.wordpress.com/">PAGAR</a></strong></p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">Setelah mengalami sekian kali perubahan, akhirnya blog pribadi ini mengalami metamorfosis menjadi seperti saat ini. Rumah Lambertus, sebuah blog pribadi yang berkonsep tempat tinggal. Dengan membawa kehidupan nyata yang syarat akan batasan ruang, Rumah Lambertus memberikan kesan halaman yang bersekat-sekat sebagai bentuk rumah yang sebenarnya.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Rumah yang sebenarnya?</h3>
<p style="text-align:justify;">Bukannya tanpa alasan blog ini dirombak total menjadi seperti ini. Ide ini berawal dari impian pemilik blog ini untuk memiliki rumah sendiri. Untuk saat ini, hal tercepat yang paling memungkinkan adalah memiliki rumah di dunia maya. Blog sebagai halaman yang paling mungkin untuk dijadikan rumah, masih belum menggambarkan rumah yang sebenarnya. Untuk itulah pemilik blog benar-benar membuat konsep dan batasan-batasan yang menjadikan blog ini mirip dengan rumah dalam kehidupan nyata. Jadi, jika kita ingin membaca buku, maka yang perlu dilakukan adalah masuk ke ruangan tempat menyimpan buku tersebut.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Dedikasi untuk seseorang?</h3>
<p style="text-align:justify;">Saya mendedikasikan rumah ini untuk keluarga saya di masa depan, istri dan anak-anak. Mungkin hal ini terdengar gila karena pada tahun 2011 ini saya sama sekali belum mengenal wajah dan nama mereka. Namun, saya yakin kalau saya akan menemui mereka suatu saat nanti. Dengan adanya rumah ini, saya berharap mereka mengetahui siapa saya, dan melalui tulisan-tulisan ini saya ingin membantu mereka. Saya ingin tetap ada di rumah ini untuk mereka, meskipun saya sudah tidak ada di rumah kehidupan nyata nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin siapa saja dapat menemukan saya di sini. Orang tua saya, saudara saya, teman-teman saya, bahkan hingga mereka yang tidak saya kenal nama dan wajahnya. Saya ingin mereka tahu kalau saya selalu ada di sini untuk mereka, termasuk Anda sekalian yang mengunjungi rumah ini. Anda adalah tetangga-tetangga saya yang rumahnya ada di sekitar rumah saya ini.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Perkembangan seiring berjalannya waktu?</h3>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti rumah dalam kehidupan nyata pada umumnya, rumah ini masih bisa dibangun lagi untuk menjadi lebih luas, atau lebih tinggi, atau lebih dalam. Tentunya akan ada perubahan suatu saat nanti, yang saya sendiri pun belum tahu perubahan macam apa itu. Yang jelas, Anda semua dapat ikut membantu saya menemukan wujud rumah yang pas dengan mengirimkan saran dan kritik, yang bisa dikirimkan melalui Kotak Pos atau Memo. Namun, saya akan tetap berusaha untuk mempertahankan rumah ini agar tetap solid dan nyata dalam kehidupannya yang maya.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Tidak nyaman dengan blog yang sekarang?</h3>
<p style="text-align:justify;">Ketidaknyamanan yang muncul pada blog ini adalah sebuah kewajaran. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan akses pada sebuah posting atau halaman tertentu. Jika biasanya Anda bisa langsung membuka posting yang Anda inginkan, maka pada blog ini Anda perlu mengunjungi halaman tertentu untuk dapat mengakses posting yang dimaksud (<em>Efek Batasan Ruang</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, tidak selamanya Anda tidak dapat langsung menuju posting yang Anda inginkan. Meskipun fungsi pencarian (<em>search</em>) blog ini tidak diaktifkan, tapi Anda tetap dapat masuk ke posting yang dimaksud melalui mesin pencari (<em>search engine</em>) atau dengan berlangganan (<em>subscribe</em>) blog ini. Dengan berlangganan, Anda bisa langsung membuka posting terbaru tanpa harus berjalan dari Pagar rumah.</p>
<hr />
<p><strong>BACK TO <a href="http://lambertoes.wordpress.com/">PAGAR</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2734&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/07/10/tentang-rumah-lambertus-per-juli-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mungkin Anda Sadar&#8230;</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/06/24/mungkin-anda-sadar/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/06/24/mungkin-anda-sadar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 16:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2410</guid>
		<description><![CDATA[BACK TO TERAS Tulisan ini saya tujukan untuk diri saya sendiri dan semua orang yang sedang bertanya-tanya akan kehidupannya sendiri. Mungkin Anda sadar bahwa semua ini berawal dari diri Anda sendiri. Mungkin Anda sedang tidak puas dengan diri Anda sendiri. Mungkin Anda sedang menyesali yang Anda lakukan, atau lebih tepatnya, yang tidak Anda lakukan. Mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2410&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BACK TO <a title="TERAS" href="http://lambertoes.wordpress.com/teras/">TERAS</a></strong></p>
<hr />
<p>Tulisan ini saya tujukan untuk diri saya sendiri dan semua orang yang sedang bertanya-tanya akan kehidupannya sendiri.</p>
<p>Mungkin Anda sadar bahwa semua ini berawal dari diri Anda sendiri.<br />
Mungkin Anda sedang tidak puas dengan diri Anda sendiri.<br />
Mungkin Anda sedang menyesali yang Anda lakukan, atau lebih tepatnya, yang tidak Anda lakukan.</p>
<p>Mungkin Anda tahu apa saja yang harus diselesaikan.<br />
Mungkin Anda tahu caranya.<br />
Tapi Anda dibatasi oleh penyesalan dan ketakutan.</p>
<p>Oleh karena itu, Anda tidak berpindah dari titik ini.<br />
Oleh karena itu, Anda ingin melarikan diri, menutup mata dan telinga.<br />
Oleh karena itu, Anda ingin semua ini hanya mimpi.<br />
Oleh karena itu, Anda ingin semua berakhir dan kembali dari awal.</p>
<p>Entah mengapa, tiba-tiba saya mendapatkan kalimat-kalimat ini di kepala saya:</p>
<blockquote><p><em>Masalah, cobaan, tantangan.</em><br />
<em>Setiap manusia akan memiliki &#8220;pemberiannya&#8221; masing-masing.</em><br />
<em>Sering kali, hal itu terasa berat dan membuat kita ingin melarikan diri dari dunia ini. </em></p>
<p><em>Ketika hidupmu terasa berat, percayalah, Tuhan akan membantumu.</em><br />
<em>Bantuan yang diberikan Tuhan adalah misteri.</em><br />
<em>Bisa saja berupa saudara, teman, atau siapa saja yang ada di sekitarmu. </em></p>
<p><em>Namun, janganlah kamu mengharapkan/menggantungkan bantuan itu.</em><br />
<em>Karena sesungguhnya, sejak lama Tuhan telah memberikan bantuan terbesar, yaitu di dalam dirimu sendiri.</em><br />
<em>Ketika tak seorang pun bisa menyelamatkanmu, maka tak ada yang bisa menyelamatkanmu selain dirimu sendiri.</em></p></blockquote>
<p>Mari bergerak, Kawan!<br />
Kita sendirilah yang bisa menentukan nasib bahagia kita.</p>
<hr />
<p><strong>BACK TO <a title="TERAS" href="http://lambertoes.wordpress.com/teras/">TERAS</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2410&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/06/24/mungkin-anda-sadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trouble is A Friend</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/06/16/trouble-is-a-friend/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/06/16/trouble-is-a-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 11:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2398</guid>
		<description><![CDATA[BACK TO TERAS This is my first presentation in TEDxPPSI TROUBLE IS A FRIEND Trouble is equals to problem. We often meet many problems around us. That’s why we can say that trouble/problem is our friend, because it is always around us. In this world, there are always two sides related to anything. They are [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2398&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BACK TO <a title="TERAS" href="http://lambertoes.wordpress.com/teras/">TERAS</a></strong></p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">This is my first presentation in TEDxPPSI</p>
<hr />
<h1 style="text-align:center;">TROUBLE IS A FRIEND</h1>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2400" title="Trouble is A Friend" src="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture1.png?w=300&#038;h=225" alt="Trouble is A Friend" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Trouble is equals to problem. We often meet many problems around us. That’s why we can say that trouble/problem is our friend, because it is always around us.</p>
<p style="text-align:justify;">In this world, there are always two sides related to anything. They are positive and negative side. So do with the problem. As the negative side, problem is something wrong that should be solved or answered. As the positive side, problem is an opportunity. It is a source of something unique, new, and more valuable. It is something useless that can be made into something useful in our life.</p>
<p style="text-align:justify;">This is an example of seeing trouble/problem as positive side.</p>
<h1 style="text-align:center;">THE SAP</h1>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2401" title="The Sap" src="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-11.png?w=300&#038;h=226" alt="The Sap" width="300" height="226" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Everybody hates dirty clothes. There are many things can make our cloth dirty easily. We can count from the washable suspects such as dust, sand, dirt; until to the highly difficult or impossible to be washed such as ink and sap.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sap is one of the naughtiest smudge on cloth. It can’t be cleaned/washed, makes you look ugly and untidy. If you find your cloth is already spotted by sap, I’m sure you don’t want to wear it anymore. Sap is produced by many kind of plants such as banana, coconut, and mango.</em></p>
<h1 style="text-align:center;">THE CLOTHES</h1>
<p style="text-align:justify;"><em><img class="aligncenter size-medium wp-image-2402" title="The Clothes" src="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-2.png?w=300&#038;h=224" alt="The Clothes" width="300" height="224" /></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Cloth is one of the human primary needs. Human uses cloth to differentiate them with other creatures. Cloth is wear to make people honorable as a human being. It is always good to wear the clean cloth.</em></p>
<h1 style="text-align:center;">THE BATIK</h1>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2404" title="The Batik" src="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-31.png?w=300&#038;h=224" alt="The Batik" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Batik is one of the art and culture that is proudly presented in Indonesia. It has been already known in the world wide and introduced as a culture that every country can have it. That is why you can find batik from other country too. Although there is different type and pattern, it is still called as batik.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>From three facts above, we can change trouble/problem into something valuable such as …</em></p>
<h1 style="text-align:center;">SAP BATIK</h1>
<p><img class="aligncenter" title="Sap Batik" src="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-41.png?w=300&#038;h=225" alt="Sap Batik" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sap Batik is batik with sap as the main source, while it uses ink usually. This idea appear because of the same characteristic between sap and ink, it is difficult to be washed. As sap come from natural resource, it should be better than the synthetic one like ink. Although it has less color, it still has plus point in environmental protection.</em></p>
<hr />
<p style="text-align:justify;">From the explanation above, ‘sap on the cloth’ is the main problem.</p>
<p style="text-align:justify;">If we think it positively, then we are going to collect more information and relate it to the other objects, such as clothes and batik. This idea comes from dirty cloth problem as the opportunity; we use sap as the alternative source from ink; and make something unique on batik. Abracadabra! We have Sap Batik. It is not about a problem solving case. It is about creative and innovative thinking.</p>
<p style="text-align:justify;">The story would be different if we see the sap as something that should be cleaned. We will get an explanation about ‘how to clean the clothes from sap spot’. It is the problem solving way; see the sap at the negative side.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>What I want to say about this is:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">We can try to think every problem from many points of view. It is important because sometimes we can find better solution from other point of view, or the best solution from the unexpected/unpredictable point of view. This way is also useful if you want to find unique idea for your paperwork.</p>
<p style="text-align:justify;">I don’t have any tips or tricks about finding ‘something’ at the other point of view, except trying over and over to find it. Open your mind, think it objectively and generally. Every single person has different ability to think of it. That’s why it needs to be trained.</p>
<p style="text-align:center;">The presentation of this topic can be found in Slideshare.net</p>
<div id="__ss_8087928" style="width:425px;text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><a title="TEDx PPSI Me (I)" href="http://www.slideshare.net/lamwahher/tedx-ppsi-me-i">TEDx PPSI Me (I)</a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><iframe src='http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/8087928' width='425' height='348' scrolling='no'></iframe></p>
<div style="text-align:center;padding:5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/lamwahher">Home</a></div>
</div>
<hr />
<p><strong>BACK TO <a title="TERAS" href="http://lambertoes.wordpress.com/teras/">TERAS</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2398&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/06/16/trouble-is-a-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture1.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Trouble is A Friend</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-11.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">The Sap</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-2.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">The Clothes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-31.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">The Batik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lambertoes01.files.wordpress.com/2011/06/new-picture-41.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sap Batik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Mahasiswa Galau (I)</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/25/catatan-mahasiswa-galau-i/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/25/catatan-mahasiswa-galau-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 22:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2300</guid>
		<description><![CDATA[BACK TO BUKU DIARY &#8220;Lho, galau itu nanti saja! Jangan sekarang!&#8221; Aku masih bisa mengingat apa yang dikatakan temanku setelah kuceritakan betapa tertekannya aku akan tantangan skripsi ini. Tanggapan itu menamparku yang sama sekali merasakan kesulitan sejak memulai, atau mungkin sebelum dimulai pun aku sudah pusing. Bagiku, skripsi itu dimulai sejak proposal disetujui oleh dosen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2300&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BACK TO <a title="BUKU DIARY" href="http://lambertoes.wordpress.com/buku-diary/">BUKU DIARY</a></p>
<hr />
<p>&#8220;Lho, galau itu nanti saja! Jangan sekarang!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku masih bisa mengingat apa yang dikatakan temanku setelah kuceritakan betapa tertekannya aku akan tantangan skripsi ini. Tanggapan itu menamparku yang sama sekali merasakan kesulitan sejak memulai, atau mungkin sebelum dimulai pun aku sudah pusing.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagiku, skripsi itu dimulai sejak proposal disetujui oleh dosen pembimbing dan lolos seminar proposal. Sementara keadaan skripsiku memprihatinkan. Aku benar-benar lambat untuk memulainya. Aku lambat membuat judul. Aku lambat menanggapi diskusi dengan dosen pembimbingku. Aku lambat melakukan perubahan. Aku lambat mengikuti sidang proposal. Semua itu pun berujung pada suatu kenyataan pahit yang bernama &#8220;Kelulusan yang Tertunda&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa hari bimbinganku dengan dosen saat itu menjadi awal akan penyiksaan batinku. Suasana percakapan berjalan seperti biasa, dimana aku harus menunggu beliau yang masih mengajar kuliah. Aku menunggu dengan mempersiapkan beberapa kalimat yang harus kuucapkan sebagai pembuka percakapan saat bimbingan nanti. Aku sudah menyiapkan beberapa pertanyaan yang membawaku kepada suatu kepastian bahwa aku sudah terlambat atau belum untuk wisuda tahun ini. Karena aku sesungguhnya sudah tahu, hanya saja perlu kepastian dari seseorang yang bisa dipercaya seperti dosen pembimbingku sendiri, yang tak lain adalah kepala laboratoriumku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lorong ruang dosen itu begitu dingin dan sepi. Aku duduk sendiri di depan ruangan dosen pembimbingku yang sangat baik hati dan santai itu. Menunggu langkah kaki dan suara hangat beliau yang menyapaku. Aku menunggu beliau menanyakan keadaan skripsiku dengan prihatin. Aku menunggu sambil melihat lebih jauh hal-hal yang akan terjadi seandainya aku benar-benar terlambat lulus tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yah, tidak apa-apa. Yang penting terus jalan. Jadi nanti waktu teman-teman sidang akhir, kamu sidang progress. Lalu semester depannya pas yang lain sidang proposal, kamu sudah sidang akhir.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">JDERRR!</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggapan itulah yang kuterima saat aku berusaha memancing percakapan dengan beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku keluar ruangan dan menuju tempat parkir dengan langkah biasa saja. Saat itu siang hari terasa sepi karena para mahasiswa sedang ada di kelasnya masing-masing. Teman-temanku juga pasti ada di dalam lab. Namun kali ini aku sedang ingin langsung pulang. Aku sedang tidak mau berlama-lama di gedung berlantai tiga ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepedaku diam menunggu di tempatnya. Tanpa perlu bertanya, dia pasti tahu apa yang membuatku memasang wajah datar seperti ini. Aku sedih, tapi aku tidak bisa menangis. Aku bingung, tapi aku tidak bisa kelabakan. Apakah ini karena aku sudah mempersiapkan diri untuk keadaan terburuk itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian diriku ingin keluar dari kesulitan yang membelit ini dan sebagian lagi menahanku untuk bertindak gegabah. Aku tidak bisa terus menggempur sesuatu di depan mata yang bernama SKRIPSI itu saja. Aku harus mempersiapkan hal-hal lain yang berjalan bersamanya. Aku harus memikirkan dengan apa aku mendapatkan uang untuk tetap kuliah semester depan karena aku tidak mau lagi minta uang pada orang tuaku. Kalau bisa dianalogikan, selagi aku berusaha mengirimkan barang dari dataran satu ke dataran lainnya, aku juga harus membuat jembatan yang memisahkan kedua dataran tersebut. Selagi mengerjakan tugas akhir ini, aku harus cari uang. Aku harus kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Namun itu semua adalah rencana. Aku pasti melakukannya. Hanya saja aku sulit memberitahukan hal ini pada orang tuaku, terutama ibu. Setiap kesempatan aku selalu berpikir kapan saat yang tepat untuk membicarakan hal ini. Namun, ibu sangat mengharapkan aku cepat menyelesaikan skripsiku dan segera lulus. Sesungguhnya aku ingin mengatakan bahwa aku sudah terlambat lulus sejak kemarin. Aku juga ingin mengatakan kalau aku akan berusaha mencari uang sendiri untuk kebutuhan semester depanku. Dan aku terhalang oleh rasa takut membayangkan tanggapan ibu.</p>
<hr />
<p>BACK TO <a title="BUKU DIARY" href="http://lambertoes.wordpress.com/buku-diary/">BUKU DIARY</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2300&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/25/catatan-mahasiswa-galau-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fictionize Your Life!</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/12/fictionize-your-life/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/12/fictionize-your-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 02:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2296</guid>
		<description><![CDATA[Asal sekali saya memberikan judul posting ini. Fictionize, kata ini pasti tidak akan ditemukan di kamus manapun. Fictionize berasal dari kata fiction yang artinya fiksi. Jadi fictionize adalah memfiksikan. Fictionize Your Life! = Fiksikan kehidupanmu! (maksa.com) Mungkin cara penulisan ini yang akan saya gunakan untuk beberapa posting ke depan, meskipun pada beberapa posting sebelumnya saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2296&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Asal sekali saya memberikan judul posting ini. <em>Fictionize</em>, kata ini pasti tidak akan ditemukan di kamus manapun. <em>Fictionize</em> berasal dari kata <em>fiction</em> yang artinya fiksi. Jadi <em>fictionize</em> adalah memfiksikan. <em>Fictionize Your Life!</em> = Fiksikan kehidupanmu! (maksa.com)</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2296"></span>Mungkin cara penulisan ini yang akan saya gunakan untuk beberapa posting ke depan, meskipun pada beberapa posting sebelumnya saya sudah mencoba untuk melakukan hal ini. Membuat kehidupan kita menjadi sebuah fiksi? Mem-fiksi-kan kehidupan kita? Mengubah kehidupan menjadi fiksi, atau mengubah fiksi menjadi kehidupan?</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya maksud saya dengan Fictionize Your Life adalah menceritakan kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa fiksi populer saja. Jadi tulisan yang ada di sini bukan sekedar ucapan yang dituliskan, tapi benar-benar kehidupan yang dimasukkan ke dalam sebuah tulisan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, entahlah. Akhirnya saya sendiri bingung dengan tulisan saya ini. Nanti teman-teman semua akan tahu maksud saya pada posting yang berikutnya akan terbit.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk lebih jelasnya, saya pernah mencoba mempraktikan hal ini pada tulisan-tulisan lalu seperti:</p>
<ul>
<li><a title="Annida, Apa Kabarmu?" href="http://lambertoes.wordpress.com/2010/11/04/annida-apa-kabarmu/" target="_blank">Annida, Apa Kabarmu?</a></li>
<li>Me and Mural Event <a title="Me and Mural Event (1): The Chosen One" href="http://lambertoes.wordpress.com/2010/11/16/me-and-mural-event-1-the-chosen-one/" target="_blank">(1)</a>, <a title="Me and Mural Event (2): The Airport" href="http://lambertoes.wordpress.com/2010/11/18/me-and-mural-event-2-the-airport/" target="_blank">(2)</a>, <a title="Me and Mural Event (3): The Flight Impression" href="http://lambertoes.wordpress.com/2010/11/19/me-and-mural-event-3-the-flight-impression/" target="_blank">(3)</a></li>
<li><a title="Saat Kulihat Langit Malam…" href="http://lambertoes.wordpress.com/2010/12/31/saat-kulihat-langit-malam/" target="_blank">Saat Kulihat Langit Malam</a></li>
<li><a title="Selamat Ulang Tahun, Lambertus!" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/03/11/selamat-ulang-tahun-lambertus/" target="_blank">Selamat Ulang Tahun, Lambertus!</a></li>
<li><a title="Sebuah Tantangan Dari Asma Nadia" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/04/12/sebuah-tantangan-dari-asma-nadia/" target="_blank">Sebuah Tantangan dari Asma Nadia</a></li>
<li><a title="Selamatkan File-mu!" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/04/26/selamatkan-file-mu/" target="_blank">Selamatkan File-mu!</a></li>
<li><a title="Marah – Malu" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/05/07/marah-malu/" target="_blank">Marah &#8211; Malu</a></li>
<li>dan mungkin beberapa lainnya yang tidak saya sadari.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ini semua saya lakukan untuk sekadar melatih kemampuan saya dalam menulis fiksi. Beberapa hal dalam cerita mungkin akan terlihat lebay. Teman-teman kalau mau komentar dengan kata-kata yang lebay juga boleh. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2296&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/12/fictionize-your-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukung Desain Saya</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/10/dukung-desain-saya/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/10/dukung-desain-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 06:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2292</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman, dukung desain kaos saya ya. Caranya: 1. Masuk ke http://www.avantees.com/avant/vote/sssstt-its-secret.html 2. Klik VOTE di pojok kanan atas 3. Bisa juga comment, like, share, atau retweet dari halaman itu Mau ikutan? Sign up dan kirim ke sini: http://www.avantees.com/avant/add.html Mau kaos gratis? Masuk ke sini: http://www.avantees.com/dapatkan-kaos-avantees-gratis.html Mohon kritik, saran, dan komentarnya untuk perkembangan ke depannya. Terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2292&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Sssstt...!! It's Secret" src="http://www.avantees.com/media/k2/items/cache/69fc852eb232a00735de4204512e86b3_L.jpg" alt="Sssstt...!! It's Secret" width="436" height="240" /></p>
<p><span id="more-2292"></span>Teman-teman, dukung desain kaos saya ya. Caranya:<br />
1. Masuk ke <a href="http://www.avantees.com/avant/vote/sssstt-its-secret.html" rel="nofollow" target="_blank">http://www.avantees.com/avant/vote/sssstt-its-secret.html</a><br />
2. Klik VOTE di pojok kanan atas<br />
3. Bisa juga comment, like, share, atau retweet dari halaman itu</p>
<p>Mau ikutan? Sign up dan kirim ke sini:<br />
<a href="http://www.avantees.com/avant/add.html" rel="nofollow" target="_blank">http://www.avantees.com/avant/add.html</a></p>
<p>Mau kaos gratis? Masuk ke sini:<br />
<a href="http://www.avantees.com/dapatkan-kaos-avantees-gratis.html" rel="nofollow" target="_blank">http://www.avantees.com/dapatkan-kaos-avantees-gratis.html</a></p>
<p>Mohon kritik, saran, dan komentarnya untuk perkembangan ke depannya. Terutama untuk VOTE-nya. Hehehe&#8230;<br />
Untuk sementara, saya tutup comment-nya ya. Biar bisa langsung comment di sana. OK. Terima kasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2292&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/10/dukung-desain-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.avantees.com/media/k2/items/cache/69fc852eb232a00735de4204512e86b3_L.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sssstt...!! It&#039;s Secret</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marah &#8211; Malu</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/07/marah-malu/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/07/marah-malu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 02:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2283</guid>
		<description><![CDATA[Semua yang berawal dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu Aku mendapatkan quote ini dari sahabatku ketika curhat mengenai sakit hati yang aku alami. Aku sangat berterima kasih karena kata-kata ini mampu mengobati rasa sakit hatiku. Kata-kata ini membuatku mencintai diri sendiri. Kata-kata ini membuatku bersyukur karena mengenal seorang sahabat seperti dia. Yang jelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2283&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Semua yang berawal dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aku mendapatkan <em>quote</em> ini dari sahabatku ketika curhat mengenai sakit hati yang aku alami. Aku sangat berterima kasih karena kata-kata ini mampu mengobati rasa sakit hatiku. Kata-kata ini membuatku mencintai diri sendiri. Kata-kata ini membuatku bersyukur karena mengenal seorang sahabat seperti dia. Yang jelas aku juga bersyukur karena dia mengetahui <em>quote</em> ini lebih dulu, sehingga bisa disampaikannya kepadaku.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2283"></span>Suatu hari di Bandara Soekarno-Hatta, ruang tunggu. Pesawat kami mengalami keterlambatan sekitar satu jam lebih. Orang-orang yang duduk dan berlalu lalang di ruangan ini sepertinya juga calon penumpang pesawat yang sama. Kami pun duduk di kursi kosong paling pojok. Kegiatan yang kami ikuti selama tiga hari ini cukup melelahkan, tapi tetap mengasyikan. Aku tidak akan menceritakan kegiatan apa yang sudah kami ikuti, karena itu akan membongkar semua curhatanku di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertiga, aku dan dua orang lagi, namanya Dhoni dan Ali. Kami benar-benar masih orang baru di bandara ini. Secara spontan, kami memilih tempat duduk yang jauh dari keramaian. Satu, kami lelah dan butuh beristirahat. Dua, aku &#8216;lelah&#8217; dan butuh tempat yang tenang. Sepanjang perjalanan dari tempat kegiatan hingga bandara ini, hatiku terus berkecamuk. Di dalam sana sedang ada perasaan yang bercampur aduk antara marah, kesal, sedih, menyesal, takut, dan kecewa. Aku tahu kalau aku sudah mencapai titik di mana aku tidak bisa memendam perasaan ini sendiri. Aku harus menceritakan hal ini kepada orang lain. Siapa? Aku butuh orang yang tepat sebagai tempat curhat. Dan aku pun mendapatkan salah satu temanku yang selalu siap mendengarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ali memanfaatkan waktu dengan tidur, sehingga tinggallah aku dan Dhoni.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dhon, sebelumnya maaf ya,&#8221; kataku tiba-tiba saat dia bengong dan merasa tidak tahu harus melakukan apa.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hah, ada apa, Tus?&#8221; tanyanya tidak mengerti. Saat itu dia langsung bereaksi siap mendengar karena dia tahu gelagatku kalau mau curhat. Aku selalu kelihatan mellow dan benar-benar jatuh.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tadi aku kelihatan nggak kalau lagi marah?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mmm, nggak juga,&#8221; jawabnya tenang. Dalam hati, aku merasa senang. Namun di sisi lain aku merasa kesal karena aku mengharapkan seseorang tahu kemarahanku. &#8220;Kenapa? Karena yang itu tadi ya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebenarnya aku juga merasa kalau seharusnya beliau nggak bilang begitu,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Menurutmu juga begitu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku juga sempet kaget sih. Wah, Lambertus pasti nggak enak hati nih.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Begitu ya.&#8221; Lalu aku diam beberapa saat. &#8220;Boleh aku cerita bagaimana perasaanku tadi?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya, silahkan,&#8221; jawabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebenarnya aku mengharapkan tanggapan yang baik dari hasil karyaku ini. Apalagi dari orang seperti beliau.&#8221; Aku diam lagi. &#8220;Tapi kalau nggak bagus, juga nggak sampai menghina segitunya kali!&#8221; Rasa marahku mulai tersulut. &#8220;Yang katanya anak TK juga bisa lah. Aku sendiri tahu kalau aku nggak bisa bikin gambar. Tapi kalau memang bener-bener jelek, harusnya aku nggak diundang ke Jakarta sekalian kan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Temanku diam mendengarkan. Aku masih akan menumpahkan semua kekesalanku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku tahu kalau anak-anak Surabaya itu gila dan semua terima dengan guyonan semacam itu. Aku tahu kalau beliau cuma bercanda. Tapi beliau pasti lupa kalau karya itu buatanku dan aku ada di situ. Mungkin beliau lupa atau nggak tahu aku ini kayak gimana orangnya. Aku beda dengan teman-teman Surabaya yang lain.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ada rasa sakit yang mau keluar. Aku ingin sekali menangis atau teriak, tapi aku menahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebenarnya aku sudah malas banget waktu beliau minta foto bareng. Kayak nggak ada apa-apa aja. Aku kepingin banget tidak mempedulikannya. Ketahuan kan tadi waktu beliau minta foto, aku malah asyik sama kuasku sendiri.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;He-eh,&#8221; temanku mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tertawa sedikit. &#8220;Sebenarnya aku tadi punya pikiran jahat. Apa jadinya kalau aku tiba-tiba banting kuas di depan beliau terus pergi dari situ?&#8221; Dan aku diam sebentar. &#8220;Untungnya aku diam. Aku tahu posisiku dimana dan apa jadinya kalau nanti aku benar-benar melakukan itu. Tapi tetep aku nggak bisa senyum waktu foto tadi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yang kamu lakukan itu tidak salah kok Tus,&#8221; sahut temanku pada akhirnya. &#8220;Semua itu bener kok. Beliau pasti lagi lupa aja. Kamu sendiri tahu juga kan teman-teman kita kalau bercanda kayak gimana. Beliau pasti menyesuaikan diri dengan itu. Bagi kita candaan itu seperti simbol keakraban. Tapi juga tempatnya nggak pas juga sih kalau beliau bilang begitu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kini gantian aku yang mendengarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Memang benar, semua yang berawal dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu. Kalau kamu benar-benar melakukan apa yang kamu pikirkan tadi, bisa-bisa malah kamu sendiri yang kena. Di sana banyak orang juga kan. Kalau sudah sampai begitu, kamu sendiri yang salah. Jadi keputusanmu untuk diam itu benar sekali.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, nanti hubunganku dengan beliau jadi tidak baik,&#8221; sahutku sambil merenungi percakapan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan lihat sisi positifnya, pasti ada manfaatnya gambarmu ada di sana. Katanya kan di situ memang dekat sama sekolah TK dan kelihatannya gambarmu memang yang paling sesuai dengan tema kalau ada di tembok sebelah situ. Kalau pakai gambar yang lain, mana tahu adik-adiknya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya, pasti ada alasan gambarku ditaruh di situ.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi seperti itulah percakapan kami berakhir. Pesawat datang dan kami akan menempuh perjalanan udara menuju Surabaya. Semoga dengan membaca tulisan ini kita jadi ingat akan perlunya berpikir sebelum bertindak dan menahan emosi. Tak ada manusia yang sempurna. Akan ada akibat dari semua yang kita lakukan. Semoga kita selalu bisa belajar dari keseharian kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2283/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2283/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2283&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/07/marah-malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis &#8211; Memotivasi &#8211; Menulis</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/06/menulis-memotivasi-menulis/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/06/menulis-memotivasi-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 11:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2284</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini saya sedang ingin MENULIS tentang MEMOTIVASI orang lain untuk MENULIS. Sebenarnya sesuatu yang mengenaskan juga karena saya juga sedang membutuhkan motivasi untuk tugas akhir saya. Mengenaskan! Tapi sudahlah, saya sedang tidak mau membicarakan hal itu sekarang. Karena menulis pada konteks ini adalah menulis bebas seperti yang selama ini teman-teman sekalian lakukan. Pada suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2284&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saat ini saya sedang ingin MENULIS tentang MEMOTIVASI orang lain untuk MENULIS. Sebenarnya sesuatu yang mengenaskan juga karena saya juga sedang membutuhkan motivasi untuk tugas akhir saya. Mengenaskan! Tapi sudahlah, saya sedang tidak mau membicarakan hal itu sekarang. Karena menulis pada konteks ini adalah menulis bebas seperti yang selama ini teman-teman sekalian lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2284"></span>Pada suatu hari di dalam kamar berukuran 3 x 2,5, saya dan teman sekamar saya sedang malas-malasan di atas tempat tidur masing-masing. Saya sedang puter-puter nggak jelas di Google, Facebook, Youtube, dan blog kesayangan. Sementara teman saya habis nonton film di laptopnya. Surabaya sedang panas dan mendung secara ababil, makanya kami nggak begitu bersemangat untuk beraktivitas. Maklum, inilah mahasiswa semester akhir yang nggak tahu harus ngapain selain mengerjakan skripsi / tugas akhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba teman saya bertanya, &#8220;Tus, gimana ya caranya biar semangat nulis?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jeng jeng! Saya tahu kalau saya suka nulis, tapi bagaimana memotivasi teman saya biar senang nulis juga? Sambil mikir, saya pun tanya balik, &#8220;Lha, maksudnya nulis apa dulu nih? Skripsi atau nulis biasa? Soalnya kalau nulis skripsi, saya juga lagi butuh tips nih.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nulis biasa,&#8221; jawabnya. OK, saya masih bisa memberikan sedikit bantuan untuk yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara yang bisa kita lakukan agar semangat menulis itu sangat banyak dan bermacam-macam. Cara yang saya gunakan bisa tepat ataupun tidak jika orang lain gunakan. Cara yang orang lain gunakan pun belum tentu bisa saya terapkan. Ini semua bergantung pada diri masing-masing. Saya bukanlah orang yang suka memaksakan keadaan kepada orang lain. Kamu harus begini, kamu harus begitu, karena saya yakin cara seperti itu malah membuatnya semakin malas buat menulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bagaimana saya semangat menulis? Berikut beberapa poin yang ingin saya sampaikan untuk semangat menulis, terutama menulis di blog.</p>
<h4 style="text-align:justify;">1. Kelihatan banyak biar semangat</h4>
<p style="text-align:justify;">Dulu saya sering sekali gonta-ganti blog. Saya sering membuat tulisan yang berhenti di tengah-tengah. Nulis dikit, pindah lagi, nulis dikit, pindah lagi. Begitu seterusnya sampai saya bingung harus fokus dimana. Saya pun menyadari kalau memulai sesuatu selalu terasa berat. Jadi&#8230; bagaimana kalau kita lanjutkan saja semuanya? Saya pun memutuskan untuk membuat alamat baru dan mengumpulkan semua tulisan saya di situ. Maka jadilah blog seperti yang sedang teman-teman lihat ini. Melihat tulisan yang banyak inilah motivasi pertama saya untuk terus loyal pada blog ini.</p>
<h4>2. Tambah teman, tambah komentar, biar semangat</h4>
<p style="text-align:justify;">Apakah tidak bersemangat karena merasa tidak ada yang peduli dengan tulisan kita? Apakah perhatian bisa jadi penyemangat kita untuk menulis? Ya, mungkin saja. Saya bersemangat menulis di blog juga karena saya merasa ada yang memperhatikan tulisan-tulisan saya. Timbal balik yang diwujudkan dengan komentar membuat saya yakin bahwa saya tidak menulis sendiri. Ada orang lain yang menikmati tulisan saya dan itu menyenangkan. Meskipun bukan sesuatu yang utama, tapi saya sangat menikmati jalinan persahabatan lewat blog.</p>
<h4>3. Pengobat sakit hati dari majalah atau penerbit</h4>
<p style="text-align:justify;">Bosen ditolak tapi ingin tulisannya dibaca? Ngeblog aja. Dengan menulis di blog maka tak ada seorang pun yang melarang dan menghalang-halangi. Kita mau tulisannya terbit sekarang, ya sekarang saja kita lakukan. Bagi kita yang sudah hampir putus asa sama media, obati saja sakit hatinya dengan menulis di blog. Nanti kalau semangatnya sudah balik lagi, barulah dicoba lagi usahanya untuk menantang para penerbit dan majalah.</p>
<h4>4. Biar eksis, biar banyak yang kenal</h4>
<p style="text-align:justify;">Menggunakan blog sebagai <em>personal branding</em> juga tidak ada salahnya. Secara tidak langsung orang akan tahu jati diri kita melalui tulisan-tulisan yang pernah dibuat. Asal semuanya tulisan sendiri, bukan kopas. Kita mau dinilai seperti apa? Maka keluarkan lebih banyak tulisan yang <em>gue banget.</em> Tonjolkan tulisan-tulisan yang menjadi simbol diri kita, maka orang akan tahu kita mau dikenal sebagai siapa.</p>
<h4>5. Boleh kopas, tapi jangan asal kopas</h4>
<p style="text-align:justify;">Kesulitan mengawali tulisan, kopas aja. Ada yang melarang? Sebenarnya iya kalau yang punya tulisan nggak mau tulisannya dijiplak. Tapi kalau si pemilik sudah mengijinkan, jangan asal kopas. Maksudnya? Tetaplah menulis. Kopas bukan menulis, tapi menggunakan kopas sebagai <em>trigger </em>untuk menulis. Setelah mengutip tulisan orang lain, masukkan sumbernya, lalu kita bisa tambahkan pendapat kita, pengalaman kita, tambahan, dukungan, atau justru kritik pada tulisan itu. Intinya tetaplah keluarkan sesuatu dari pemikiran kita sendiri. Nanti kalau kita sudah merasa terbiasa buat nulis, barulah hilangkan kebiasaan kopas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akan masih banyak lagi yang lainnya. Semangat untuk menulis itu bisa dari mana saja dan dengan cara apa saja. Nggak bisa menulis tanpa nyemil, boleh jadi. Nggak bisa menulis tanpa dengerin musik, bisa juga. Nggak bisa menulis tanpa ditemenin pacar, siapa bisa melarang. Menulis itu sesuatu yang tidak terbatas latar belakang, cara, manfaat, dan tujuannya. Di awal mungkin menulis karena suatu keterpaksaan, tapi pasti akan tiba suatu hari dimana kita tidak akan bisa hidup tanpa menulis. Dulu bisa saja menulis untuk diri sendiri, suatu hari nanti bisa saja menulis untuk orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2284&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/05/06/menulis-memotivasi-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dokter Laras</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/04/26/dokter-laras/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/04/26/dokter-laras/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 10:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2239</guid>
		<description><![CDATA[Cerita sebelumnya: EPISODE 1 &#8211; Di Bawah Atap Rumah Dasrun EPISODE 2 &#8211; Kamar Anggrek 03 EPISODE 3 &#8211; Semakin Mencintainya Musibah yang terjadi pada Rama, membawa Dasrun dan Nting pada sebuah rumah sakit di kota. Ini bukan rumah sakit biasa. Karena rumah sakit ini adalah tempat teman lama Dasrun bekerja. Laras adalah teman lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2239&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Cerita sebelumnya:</strong></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>EPISODE 1 &#8211; <a title="Di Bawah Atap Rumah Dasrun" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/01/30/di-bawah-atap-rumah-dasrun/" target="_blank">Di Bawah Atap Rumah Dasrun</a><br />
EPISODE 2 &#8211; <a title="Kamar Anggrek 03" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/04/02/kamar-anggrek-03/" target="_blank">Kamar Anggrek 03</a><br />
EPISODE 3 &#8211; <a title="Semakin Mencintainya" href="http://lambertoes.wordpress.com/2011/04/08/2201/" target="_blank">Semakin Mencintainya</a><br />
</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em><em>Musibah yang terjadi pada Rama, membawa Dasrun dan Nting pada sebuah rumah sakit di kota. Ini bukan rumah sakit biasa. Karena rumah sakit ini adalah tempat teman lama Dasrun bekerja. Laras adalah teman lama Dasrun yang bekerja sebagai dokter, atau lebih tepatnya dokter yang merawat Rama. Sementara Dasrun bahagia karena bisa bertemu teman lama, Nting berharap pertemuan itu membawa dampak baik berupa keringanan biaya perawatan Rama.</em></em></p>
<p><span id="more-2239"></span>&#8220;Ya, tidak salah lagi! Laki-laki yang kulihat tadi pasti Mas Dasrun. Istrinya tadi juga meyakinkanku kalau laki-laki itu benar-benar Mas Dasrun. Ya Tuhan! Terima kasih Engkau mempekerjakanku di rumah sakit ini sehingga aku bisa bertemu dengan Mas Dasrun. Ingin sekali aku bercerita banyak dengannya. Ingin sekali aku berduaan dengan Mas Dasrun saja,&#8221; Laras bergirang hati sambil menelungkupkan wajahnya ke atas meja. Ruang kerjanya ini menjadi saksi bisu kegilaan Dokter Laras akan sebuah nama berinisial D itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak seorang pun tahu bahwa dalam perjalanan hidupnya yang mengalir, Dokter Laras terus meneriakkan nama Dasrun di dalam hatinya. Matanya selalu awas pada jalan yang dilaluinya, mencari wajah Mas Dasrun yang dikaguminya. Pertemuan awalnya dengan sosok Dasrun tadi tidak terasa nikmat, bahkan hambar. Dokter Laras hampir tidak mengenal wajah itu. Ada perubahan besar antara Mas Dasrun yang dulu dan sekarang. Dia sangat ingin segera bertemu dengan Dasrun dan meledakkan rasa rindunya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi dia sudah punya istri,&#8221; gumam Dokter Laras pilu. &#8220;Dan tak mungkin aku menjatuhkan <em>image</em>-ku sebagai seorang dokter dengan bersikap kekanak-kanakan begini.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ponsel di sakunya berbunyi. Dokter Laras menjawab panggilan itu sambil bersandar di kursi kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Malam, Mas.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya. Maaf, ya Mas. Kan sekarang hari Kamis, jadinya aku pulang besok pagi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;OK. <em>See you!</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Laras menelungkupkan lagi wajahnya ke atas meja, sebuah sikap kebiasaan yang aneh untuk seorang dokter. Akhir-akhir ini emosi Dokter Laras semakin tidak menentu. Dia sering merenung ketika tiba saat-saat sunyi seperti ini. Meskipun ada beberapa hal yang perlu diselesaikannya, dia selalu mengambil beberapa menit untuknya melamun. Belum lagi hari ini dia bertemu dengan orang yang sudah lama sangat dicarinya, Dasrun. Menit-menit yang dicurinya seperti biasa tak lagi dirasa cukup.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Laras memandangi foto wajah seorang laki-laki yang ada di ponselnya. Dia memandanginya lekat-lekat. Dia berusaha memompa lagi bunga-bunga merah jambunya bertebaran pada kenangannya dengan sosok tampan itu, suaminya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mas Aditya, akhirnya aku bertemu lagi dengan Mas Dasrun. Aku boleh kan berbicara dengannya?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">* * * * *</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang laki-laki duduk di sofa sambil menonton televisi. Tangan kirinya memegang remot, sementara tangan kanannya memegang handphone. Jari-jarinya menekan beberapa nomor yang kelihatannya sudah sangat dihapal. Tak lama kemudian handphone itu menempel di telinganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nada sambung konvensional itu berbunyi terasa lama.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hei, Sayang. Lagi jaga malam ya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya sih. Tadi aku lupa kalau kamu harus jaga sekarang. Kalau begitu besok pagi aku jemput ya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>See you.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Sambungan pun diputus. Tak lama kemudian dia bermaksud menghubungi seorang lainnya lagi. Dia mencari nomor itu di daftar kontak dan meneleponnya. Nada sambung terdengar lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Halo Pak Mario, ini Aditya, Pak!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Begini Pak, saya mau ijin tidak bisa siaran besok pagi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tadi soalnya Bapak keluar. Saya kira balik lagi. Ternyata langsung pulang.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yaaaa selama ini kan saya belum pernah ijin Pak. Jadi sekali-sekali gitu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hahahahaha&#8230; besok saya mau jalan-jalan sama istri saya Pak, kalau boleh.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ah hahahahaha&#8230; ketahuan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya. Besok saya yang pagi sampai siang itu lho Pak.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ada. Saya sudah bilang Deka tadi. Dia sih OK.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;OK, Pak. Terima kasih banyak. Istri saya juga bilang terima kasih sama Bapak.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hahahaha&#8230; OK. Malam Pak.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sambungan ditutup. Laki-laki itu meletakkan handphonenya ke atas meja dan melanjutkan menontonnya. Dia mengira malam ini akan menjadi malam yang istimewa antara dirinya dan istrinya. Tapi tidak mengapa. Kalau keistimewaan itu tidak ada malam ini, pasti masih ada besok pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aditya, seorang penyiar salah satu radio swasta yang cukup banyak penggemar karena suaranya yang merdu. Besok adalah ulang tahun pernikahannya yang ketiga dengan istrinya yang berprofesi sebagai dokter. Nama Larasati selalu bergema di dalam hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aditya sangat mencintai istrinya sampai pernah menyatakan cinta saat siaran. Aditya sangat mencintai istrinya sampai dia merencanakan malam yang indah untuk merayakan hari bersejarah itu. Namun, rencana itu agaknya tidak bisa berjalan malam ini. Dia pun merencanakan hal lainnya untuk besok pagi. Aditya hanya bisa melanjutkan nonton televisinya dan meninggalkan api lilin menyala di meja makannya. Beberapa masakan buatannya sendiri sudah hampir dingin.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Halo, Bu Asti. Adik Derry sama Adik Kefi sudah tidur Bu?&#8221; Aditya menghubungi tetangganya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wah kebetulan. Saya lagi nyoba masak-masak nih Bu. Saya bawa ke sana ya. Kebanyakan nih soalnya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hei, Kefi. Kok belum tidur malam-malam gini?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Om mau ke situ. Nanti habis makan terus tidur ya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;OK. Saya ke situ Bu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Waalaikumsalam.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Aditya pun mematikan televisinya dan berlari ke meja makan.</p>
<p style="text-align:center;">* * * * *</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang suster berjalan cepat dari lorong ke salah satu ruangan dokter. Dia membuka pintu. Dua orang yang terpisahkan pintu itu sama-sama terkejut. Dokter Laras masih sedang menikmati memandangi wajah suaminya yang ada di handphone saat suster muda itu membuka pintu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dok, pasien di Anggrek 03 sudah siuman,&#8221; kata suster itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh iya? Baik saya ke sana,&#8221; jawab Dokter Laras dengan ekspresi kegembiraan yang tidak disangka-sangka suster itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka berdua pun berjalan bersama menyusuri lorong rumah sakit dengan bunyi sepatu yang agak nyaring. Arah yang ditujunya ini tidak sekadar menuju kamar Anggrek 03, tidak sekadar memeriksa pasien yang sudah sadar, tapi juga menuju teman lama yang lama tidak bertemu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2239&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/04/26/dokter-laras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamatkan File-mu!</title>
		<link>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/04/26/selamatkan-file-mu/</link>
		<comments>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/04/26/selamatkan-file-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 01:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lambertus Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambertoes.wordpress.com/?p=2267</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ah, tidak!&#8221; Arista merintih dalam pejaman matanya. Mahasiswa tingkat akhir itu tertidur di depan komputer. Teman-teman satu laboratorium Arista sudah biasa melihat itu, sehingga mereka memberikan sedikit waktu kebebasan kepada mereka untuk istirahat. Begitulah, hampir semua yang mengerjakan tugas akhir di ruangan penuh komputer ini pernah tertidur saat mengerjakan. Namun, igauan Arista itu sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2267&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8220;Ah, tidak!&#8221; Arista merintih dalam pejaman matanya. Mahasiswa tingkat akhir itu tertidur di depan komputer. Teman-teman satu laboratorium Arista sudah biasa melihat itu, sehingga mereka memberikan sedikit waktu kebebasan kepada mereka untuk istirahat. Begitulah, hampir semua yang mengerjakan tugas akhir di ruangan penuh komputer ini pernah tertidur saat mengerjakan. Namun, igauan Arista itu sesuatu yang tidak biasa. Igauan itu terdengar meresahkan. Arista pasti sedang mimpi buruk.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-2267"></span>&#8220;Ris, bangun! Hei!&#8221; Kania menggoncang bahu Arista. Segera Arista membuka mata dan terkejut mendapati dirinya duduk di dalam laboratorium. Dengan dahi berkeringat, dia memandang berkeliling dan mendapati Kania serta teman-teman yang lain tampak cemas akan dirinya. &#8220;Lu mimpi buruk ya!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Arista bersyukur dalam hati. &#8220;Iya, gue mimpi buruk. Rasanya mau mati saja kalau sampai terjadi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kania melihat pengerjaan tugas akhir yang ada di layar monitor Arista. Temannya yang satu ini benar-benar membuatnya iri dan bangga. Tugas akhir Arista sudah hampir selesai, berbeda dengannya yang tersendat-sendat. Mata Kania berbinar melihat tugas akhir Arista.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Keren! Sudah mau selesai, ya,&#8221; puji Kania.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya. Sampai berdarah-darah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sudah disimpan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Eh, iya.&#8221; Arista langsung menekan kombinasi tombol Ctrl dan S.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sudah di-<em>copy</em> ke flashdisk?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh, iya.&#8221; Arista langsung menancapkan flashdisknya dan membuat salinan tugas akhirnya ke dalam batang kecil penyimpan data itu. &#8220;OK. Sudah aman semua.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lu nggak mau menyimpan datanya ke laptop?&#8221; tanya Kania lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ih, lu perhatian sekali sih ke gue, Nia!&#8221; puji Arista.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kan, <em>you are my best friend</em>, gitu deh!&#8221; jawab Kania sambil bergaya lebay.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Arista menyalakan laptop yang tadi tersimpan di tas, Kania melihat wajah Arista sangat lelah. Sudah beberapa hari ini, temannya itu sering menemaninya bermalam di laboratorium. Mereka dan beberapa mahasiswa sering menghabiskan malam di laboratorium ini untuk mengerjakan tugas akhir. Katanya, inspirasi datang pada malam hari, meskipun pada akhirnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk memandangi status-status Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;OK! Selesai!&#8221; seru Arista. &#8220;Nanti aku <em>copy</em>-in juga ke komputernya temen kosku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nggak mau <em>copy</em>-in ke laptop gue?&#8221; tanya Kania lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Arista berpikir sebentar. &#8220;Nggak deh! Makasih. Ntar file-file gue tenggelam di antara film-film Dorama lu,&#8221; jawab Arista seenaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka berdua tertawa ketika jam dinding laboratorium berbunyi. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Yah, beginilah kehidupan mahasiswa tingkat akhir. Tak ada mata kuliah lain selain Tugas Akhir. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam laboratorium dan tugas akhir mereka. Arista, Kania, dan mereka yang ada di ruangan laboratorium ini adalah secuil <em>sample-</em>nya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ris, mungkin sebaiknya kita pulang dulu deh. Ada baiknya lu benar-benar tidur di tempat tidur. Kalau gue sih sudah biasa bermalam gini, tapi lu kan ke sini gara-gara gue ajak. Gue jadi merasa bersalah setelah melihat lu mengigau tadi,&#8221; ucap Kania sambil menunjukkan lagi wajah cemasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mmm, mungkin iya. Ayo, deh kita pulang!&#8221; ajak Arista. Kelopak matanya memang terasa lebih berat dibanding biasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Arista dan Kania, kedua sahabat ini pun pulang bersama dengan berjalan kaki. Tempat kos mereka tidak terlalu jauh dari kampus, sehingga tak ada kendaraan apa pun yang perlu mereka naiki. Kalau sewaktu-waktu perlu kendaraan, mereka bisa minta tolong sama mahasiswa yang lain untuk jadi ojek <em>freelance </em>mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba Arista merasakan <em>deja vu. </em>Dia langsung berhenti dan melihat ke sekeliling. Kuburan, rumah makan, spanduk, pertigaan, bengkel, orang jual pecel. Pengalaman ini pernah dirasakannya. Mimpi buruknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari belakang, tiba-tiba seorang pengendara motor menyabet tas Arista. Pas! Ini kejadian awal mimpi buruk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jambret!&#8221; Kania langsung teriak. Teriakan Kania yang melengking langsung membuat semua laki-laki di sekitar situ sigap mengejar pengendara motor tadi. Syukurlah tempat ini sedang ramai. Namun, Kania juga <em>shock</em> melihat Arista yang tertegun dan diam. &#8220;Kamu kenapa, Ris?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tatapan mata yang kosong, Arista menjawab, &#8220;Sebentar lagi pengendara motor itu tertangkap, tapi tasku terlempar dan jatuh.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">BRUK! Kania melihat tas Arista mendarat di tumpukan batu dan kerikil dekat bangunan yang belum jadi. Satu hal yang pasti, laptopnya menerima hantaman keras.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lalu seseorang mengambil tasku dan membawa ke sini. Tapi dia kesandung. Tas itu terlempar dan meluncur ke got.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">BYUR! Kania melihat tas Arista meluncur lancar ke dalam got. Kania tertegun.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Laptopmu? Flashdiskmu?&#8221; tanya Kania sambil merinding.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Semuanya di situ,&#8221; jawab Arista dengan suara yang tenggelam dan dingin. Angin meniup rambut kedua mahasiswa tingkat akhir itu dalam keheningan. Awan mendung tiba-tiba muncul dan mengawali badai yang datang sebentar lagi. Sekilas kehidupan tugas akhir Arista yang berjalan lancar menjadi seperti mimpi buruk. Mimpi buruk?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini mimpimu tadi?&#8221; tanya Kania ngeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Arista mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Belum. Tugas akhirmu masih selamat, Ris. File di komputermu&#8230;,&#8221; kata-kata Kania terhenti oleh dering SMS yang masuk ke <em>handphone</em>-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Komputerku di lab rusak karena Edo,&#8221; ucap Arista masih dengan nada datar yang sama. Bersamaan dengan itu Kania membaca pesan singkat di layar <em>handphone-</em>nya. Dari Edo. Di situ tertulis, &#8220;<em>Nia, lu d situ ma Arista? G sengaja gw numpahn minum k kompix. Dy marah g y ke gw?</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian buruk itu berlangsung begitu cepat, persis seperti yang diimpikan Arista. Mimpi buruk yang menjadi kenyataan.</p>
<p style="text-align:center;">: : : : : : : : : : : : :</p>
<p style="text-align:justify;">Itu adalah sebuah gambaran kejadian yang menyeramkan. Kejadian di atas adalah fiksi belaka, tapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi di dunia nyata. Dan akan lebih buruk lagi kalau kalian yang menjadi Arista. Hiiiiii&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kehidupan kita, harga sebuah data bisa jadi lebih mahal dibandingkan laptop atau komputer paling mahal sekalipun. Ketika terjadi musibah, orang akan kelabakan untuk menyelamatkan datanya. Seorang pebisnis yang kehilangan laptop pun rela menyerahkan laptopnya kepada si pencuri asal datanya dikembalikan. Peran back up data pun diperhitungkan untuk mengantisipasi kejadian buruk seperti ini. Dari kisah di atas sekalipun, Arista sudah melakukan langkah antisipasi kehilangan data dengan menyalinkan file tugas akhirnya ke flasdisk dan laptopnya. Masalahnya adalah ketika media penyimpanan itu yang hilang atau rusak, otomatis data yang tersimpan pun tidak dapat diakses.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, bagi orang biasa seperti kita, memangnya ada media penyimpanan yang begitu aman?</p>
<p style="text-align:justify;">Satu-satunya harapan adalah dengan meletakkan file kita di internet. Risiko pasti tetap ada, tapi dengan menyimpannya di internet (atau lebih tepatnya server penyedia layanan) risiko itu lebih kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin memperkenalkan media penyimpanan yang saya pakai untuk menjaga file saya dari kehilangan. Namanya DROPBOX.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Dropbox" src="http://www.downloada2z.com/wp-content/uploads/2010/07/dropbox.png" alt="Dropbox" width="352" height="353" /><em>(sumber gambar: <a href="http://www.downloada2z.com/wp-content/uploads/2010/07/dropbox.png" target="_blank">di sini</a>)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Padahal banyak media penyimpanan file di internet. Mengapa DROPBOX?</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Yang saya suka dari DROPBOX adalah layanan sinkronisasinya yang otomatis. Kita bisa membuat <em>copy</em> file kita tanpa perlu menekan tombol apapun. DROPBOX bisa mendeteksi perubahan di dalam file, sehingga setiap ada perubahan, DROPBOX akan langsung meng-<em>copy</em>-nya. Kita bisa menghubungkan DROPBOX kita di satu komputer dengan komputer yang lain. Secara otomatis, DROPBOX akan membuat salinan di komputer lainnya. Jadi kalau komputer satu rusak, kita bisa mendapatkan file di komputer lainnya. Kalau komputer lainnya meledak, kita bisa mendapatkan file di komputer lainnya lagi. Jika seluruh komputer kita dihancurkan mafia, kita bisa mendapatkan file dari website DROPBOX. Sekali lagi, tanpa perlu perintah atau tombol apapun, file sudah di-<em>copy</em> secara otomatis.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kita juga bisa berbagi folder untuk bisa diakses pengguna DROPBOX tertentu. Fasilitas ini bisa kita manfaatkan kalau sedang berkolaborasi dengan seseorang yang nun jauh di sana.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apakah tetap ada risiko kita kehilangan file kita?</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Jujur. Risiko itu tetap ada, yaitu ketika server DROPBOX meledak dan mereka tidak punya back up datanya. Namun, percaya saja kalau mereka profesional dan benar-benar memperhatikan layanan yang mereka berikan. Karena bisnis penyimpanan data ini adalah sebuah bisnis kepercayaan. Kita percaya DROPBOX untuk melindungi data kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bagaimana kerja DROPBOX nantinya?</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Pertama, kita akan menginstal aplikasi <em>client</em>-nya. Setelah menginstal, kita akan mendapati folder Dropbox di dalam My Document kita. Folder inilah yang akan menjadi jangkauan DROPBOX untuk sinkronisasi.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kedua, kita bisa menghubungkan komputer kita ke internet dengan cara membuat akun di DROPBOX. Setelah melakukan tahap ini, barulah kita mempunyai tempat untuk back up data kita, yaitu di server DROPBOX. Jadi file di folder Dropbox komputer kita bisa diakses melalui website DROPBOX.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ketiga, kita bisa menghubungkan komputer kita dengan komputer lain dengan menginstal aplikasi <em>client</em> DROPBOX ke komputer tersebut. Masukkan akun kita. Dan selesai, kita sudah terhubung dengan komputer tersebut. Setiap file di folder Dropbox kita, ada di folder Dropbox komputer itu.</p>
<p style="padding-left:30px;">Tentunya agar sistem berjalan, kita memerlukan koneksi internet. DROPBOX memerlukan koneksi internet untuk melakukan upload (back up data client ke server) dan download (copy data dari server ke client).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apakah bayar untuk menggunakan layanan DROPBOX?</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ada yang gratis dan berbayar. Saat ini pun saya menggunakan layanan gratisnya DROPBOX. Sekali melakukan sign up, kita mendapatkan gratis 2 GB. Kalau berbayar, kita bisa mendapatkan 8 GB ke atas.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Cuma 2 GB. Tidak bisa lebih banyak lagi?</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Bisa. Kita bisa mengekspansi kapasitas penyimpanan gratis kita dari 2 GB menjadi 8 GB, yaitu dengan cara mengundang orang lain untuk menggunakan DROPBOX. Setiap orang yang menginstal dan membuat akun, kita akan mendapatkan gratis 250 MB. Posting di blog ini juga salah satu cara saya biar dapat gratisan itu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . Eit, tapi saya tidak sejahat itu ya. Orang yang menerima ajakan untuk menggunakan DROPBOX juga mendapatkan gratis 250 MB. Jadi sekali mulai langsung mendapatkan 2,25 GB. Mengisi data diri di DROPBOX juga dapat gratis 250 MB. Saya sendiri berhasil mengajak satu orang, sehingga saat ini kapasitas Dropbox saya 2,75 GB.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Best practice-nya gimana nih untuk menggunakan DROPBOX?</em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ini yang saya lakukan pada komputer saya. Sebagai catatan, semua file saya yang sedang aktif digunakan saya taruh di My Document. Berhubung folder Dropbox ada di My Document juga, akhirnya file-file itu saya taruh di dalam folder Dropbox semua. Folder download pun saya masukkan ke dalam area folder Dropbox. Jadi setiap file yang saya download akan disalin. Kalau nanti sudah mau <em>overload</em>, tinggal keluarin saja filenya dan kapasitas di DROPBOX kita jadi muat lagi. Kalau mau memutuskan koneksi internet, kadang saya menunggu beberapa saat agar semua file saya berhasil di-back up ke server Dropbox.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, berikut alamat yang bisa teman-teman klik untuk menuju layanan DROPBOX ini: <a href="http://db.tt/d0bc58r" target="_blank">http://db.tt/d0bc58r</a></p>
<p style="text-align:center;">: : : : : : : : :</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambertoes01.wordpress.com/2267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambertoes01.wordpress.com/2267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambertoes01.wordpress.com&amp;blog=25053594&amp;post=2267&amp;subd=lambertoes01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambertoes01.wordpress.com/2011/04/26/selamatkan-file-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25b06bc3908c9d561f39089f444c00f9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Wahyu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.downloada2z.com/wp-content/uploads/2010/07/dropbox.png" medium="image">
			<media:title type="html">Dropbox</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
